Showing posts with label televisi. Show all posts
Showing posts with label televisi. Show all posts
Sunday, December 22, 2013
Televisi Unik yang Menggunakan Tenaga Sepeda

Program ramah lingkungan yang diterapkan oleh penginapan Cottage Lodge amat menarik. Penginapan itu menyediakan televisi yang listriknya berasal bertenaga sepeda.
Para tamu diruangan masing-masing bisa menonton televisi dengan menjaga kebugaran tubuh dengan cara bersepeda. Mereka harus mengayuh pedal sepeda untuk menghasilkan energi agar televisi itu tetap menyala.
Penginapan yang terletak di desa Brockenhurst, Inggris ini juga dilengkapi dengan panel surya dan kompor pembakaran kayu untuk menghasilkan air panas dan shower untuk menghemat penggunaan air. Sementara itu, tempat tidur, meja rias, lemari pakaian dan cermin dibuat dari pohon lokal yang sudah tumbang.
Christina Simons, pemilik hotel, telah menghabiskan waktu hampir delapan tahun untuk mengubahnya menjadi bangunan yang ramah lingkungan. Dia juga menjelaskan bagaimana dia bisa mengubah bangunan yang sudah ada itu sejak 360 tahun yang lalu.
"Bangunan ini sudah ada sejak tahun 1650 yang dikenal sebagai bangunan kapal reklamasi. Saya hanya fokus pada tiga hal ketika mendirikan sebuah bangunan, yakni mengurangi limbah, meminimalkan polusi dan menggunakan sumber daya dengan dampak serendah mungkin," ujar Simons.
"Saya juga ingin menunjukkan bahwa pola ramah lingkungan sangat menarik dan ternyata para tamu senang bersepeda," imbuhnya.
Penginapan itu telah memenangkan beberapa penghargaan untuk penerapan pola ramah lingkungan, termasuk penghargaan dari Visit Britain dan AA. Penginapan itu dihargai per malam sebesar 129 per poundsterling atau sekitar Rp 1,8 juta (Rp14.075 per poundsterling).
Sumber : http://international.okezone.com/read/2012/05/09/214/626561/televisi-unik-dengan-tenaga-sepeda
Tuesday, October 8, 2013
Televisi Berwarna Ditemukan dari Kekalahan Perang Dunia
Black Line - Apa jadinya kalau sampai saat ini semua gambar di televise masih hitam putih seperti sebelum Perang Dunia II? Film, iklan, berita, maupun tayangan music di televisi tentu menjadi sangat tidak menarik. Semuanya akan terlihat kusam, dan kuno. Tapi untunglah, kondisi seperti itu ternyata tidak terjadi.
Semua televisi yang beredar di pasar sudah berwarna. Tidak ada lagi televisi hitam putih yang dijual di toko-toko elektronik. Tayangan-tayangan televise pun menjadi sangat menarik. Orang bisa menjadi betah berjam-jam menghabiskan waktu di depan layar kaca untuk sekadar menonton sinetron, komedi, maupun acara-acara berita.
Lahirnya televisi berwarna ini tidak bisa lepas dari sejarah Perang Dunia II. Kekalahan Amerika Serikat (AS) dalam perang dunia kedua, menurut thehistoryoftelevision.com, menjadi faktor penting bagi menemuan penting ini. Kekalahan itu menjadikan masyarakat AS tidak mau lagi melihat masa lalu.
Tayangan gambar hitam putih di layar televisi dianggap tayangan yang membangkitkan ingatan masa lalu. Dari situlah kemudian para ahli memikirkan cara untuk menemukan teknologi yang bisa menghadirkan gambar berwarna di layar televisi.
Sebenarnya, di tahun 1904, konsep gambar berwarna pernah dipikirkan oleh para ahli di Jerman tahun 1904. Tapi kemudian konsep tersebut hanya dipatenkan dan disimpan begitu saja. Di tahun 1925 ahli elektronika Uni Soviet, Vladimir Kosma Zworykin, menemukan tabung katoda yang bisa menghadirkan gambar berwarna di layar televise. Tapi, lagi-lagi, ini hanya jadi konsep.
Barulah, pada tahun 1946, dua raksasa industri televisi di AS, yakni RCA dan CBS benar-benar ingin mewujudkan hadirnya televisi berwarna. Tujuan awalnya tidak lain untuk menghibur rakyat AS yang kalah dalam Perang Dunia II. Keinginan itu mulai terwujud pada tahun 1953 dengan dibuatkan sampel televise berwarna.
Setahun setelah kesukesan itu, televisi berwarna baru bisa mulai dijual ke pasar. Sebagai teknologi baru, saat itu memang televisi berwarna tidak langung merebut hati pasar. Selain karena harganya cukup mahal, siaran-siaran televisi juga belum begitu beragam. Baru mulai tahun 1966, televisi berwarna bisa diterima dengan baik oleh pasar AS setelah banyak program televise yang menarik perhatian publik.
Subscribe to:
Posts (Atom)